Pencarian

+

Sejarah

Sejarah Singkat STISIP Nurdin Hamzah Jambi

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Nurdin Hamzah Jambi adalah sebuah perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Dewi Nurdin Hamzah. Sebagai bagian dari penyelenggara pendidikan dalam bidang ilmu sosial dan politik, STISIP Nurdin Hamzah Jambi memiliki 2 (dua) program studi yaitu Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Ilmu Komunikasi. Institusi pendidikan ini beralamat di Jl. Kol. Abunjani Sipin, Kota Jambi.

Secara efektif, berdiri sejak 1 Oktober 2004, berdasarkan putusan Menteri Pendidikan Republik Indonesia No. 885/D/O/2004 tertanggal 15 Juni 2004. Latar belakang didirikannya STISIP Nurdin Hamzah Jambi, mengingat pada berdirinya, di beberapa perguruan tinggi negeri di Provinsi Jambi belum memiliki Program Studi Ilmu Pemerintahan dan juga Program Studi Ilmu Komunikasi, sedangkan lulusan kedua program Studi tersebut sangat dibutuhkan oleh daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah serta pesatnya kemajuan demokrasi lokal dengan ditandai semakin menjamurnya media komunikasi dan informasi masyarakat.

Alumni STISIP Nurdin Hamzah Jambi tersebar di dunia kerja, baik di birokrasi, lembaga negara, perusahan-perusahaan swasta, praktisi politik, konsultan publik, akademisi, konsultan komunikasi, reporter TV, wartawan media masa, dan wiraswasta.

Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 telah memberikan otonomi yang luas kepada daerah, yaitu wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pelayanan umum dan meningkatkan daya saing daerah. Untuk mewujudkan ketiga hal tersebut, tata pemerintahan yang baik (good governance) menjadi prasyaratnya. Sinergisitas antara pemerintah, swasta, dan masyarakat harus selalu dikembangkan dalam mewujudkan kondisi sosial politik yang demokratis, baik di tataran nasional ataupun lokal.

Untuk itu diperlukan dukungan dari tenaga intelektual dan profesional yang memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah. STISIP Nurdin Hamzah berusaha mencetak intelektual yang mampu berkonstribusi dalam agenda tersebut.